Cari Blog Ini

Memuat...

Google+ Followers

Home » » Dua Kalimah SAHADAT Dalam Keimanan

Dua Kalimah SAHADAT Dalam Keimanan

Written By M Imron Pribadi on Sabtu, 15 Oktober 2011 | 16.08



oleh A Puspoyo

Sangat sering kita mendengar kata syahadat, apalagi kata ini sering dikaitkan dengan ibadah yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai label ISLAM di kolom agama di KTPnya. Menurut mereka, syahadat adalah salah satu dari Rukun Islam, tidak lengkap Rukun Islam tanpa kata syahadat ini. Mari kita kaji bersama-sama mengenai makna/arti yang terkandung dalam kata syahadat melalui artikel singkat di bawah ini.
Apabila kita membaca al-Qur'an tentu kita membacanya semudah yang kita pahami sesuai dengan ayat di bawah ini:
73:20. Pemelihara kamu mengetahui bahwa kamu berjaga-jaga hampir dua per tiga malam, atau separuhnya, atau satu per tiganya, dan segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menentukan malam dan siang. Dia mengetahui bahwa kamu tidak akan menjumlahkannya, dan Dia menerima taubat kamu. Maka bacalah (pahamilah) dari al-Qur'an semudah yang dapat. Dia mengetahui bahwa antara kamu ada yang sakit, dan yang lain antara kamu berpergian di bumi, mencari pemberian Allah, dan yang lain berperang di jalan Allah. Maka bacalah (pahamilah) darinya semudah yang dapat. Dan lakukanlah shalat, dan berikanlah zakat, dan pinjamkanlah kepada Allah satu pinjaman yang baik. Apa saja kebaikan yang kamu dahulukan untuk jiwa kamu, kamu akan mendapatinya di sisi Allah yang lebih baik, dan upah yang lebih besar. Dan mintalah ampunan Allah; sesungguhnya Allah Pengampun, Pengasih.
Kita perhatikan di ayat di atas bahwa kalimat "Maka bacalah (pahamilah) dari al-Qur'an semudah yang dapat" diulang sebanyak dua kali dalam satu ayat yang sama. Apakah maksud Allah dalam menegaskan hal yang sama, diulang dua kali dalam satu ayat? Tentu saja kalimat yang diulang tersebut sangat penting, sehingga sampai dimuat dalam ayat yang sama sebanyak dua kali. Apakah ada tulisan asbabun nuzul dan hadits di ayat di atas? Bukankah kita sering memperhatikan bahwa ayat yang sama isinya, diulang beberapa kali dalam al-Qur'an dalam ayat-ayat yang berbeda-beda? Contohnya:
55:13. Maka pemberian Pemelihara kamu yang manakah kamu dan kamu dustakan?
Yang diulang sebanyak lebih dari sekali dalam satu surah yang sama di ayat yang berbeda.
Apabila kita membaca al-Qur'an dari halaman pertama sampai halaman terakhir, pesan utama yang terdapat di Kitab tersebut adalah hanya ada satu tuhan yaitu Tuhan Yang Maha Esa/Tuhan Yang Satu/Allah. Hal inilah yang disampaikan dari nabi/rasul pertama sampai nabi/rasul terakhir bahwa tidak ada tuhan selain Allah seperti yang ditegaskan di ayat berikut:
21:25. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu selain bahwa Kami mewahyukannya, "Tidak ada Tuhan selain Aku; maka sembahlah Aku."
Ternyata sebelum kehadiran kita di dunia inipun kita sudah melakukan kesaksian, dimana isi kesaksian ini adalah sama seperti pesan utama yang disampaikan oleh para nabi/rasul di dunia ini.
7:172-173. Dan apabila Pemelihara kamu mengambil dari Bani Adam, dari punggung mereka, keturunan mereka, dan menjadikan mereka saksi-saksi atas jiwa mereka, "Bukankah Aku ini Pemelihara kamu?" Mereka berkata, "Ia, kami menyaksikan"; supaya kamu tidak mengatakan pada Hari Kiamat, "Bagi kami, kami lalai mengenai yang ini." atau, supaya kamu tidak mengatakan, "Bapak-bapak kami adalah orang-orang yang mempersekutukan dari dahulu, dan kami keturunan sesudah mereka. Apa, adakah Engkau akan memusnahkan kami karena perbuatan orang-orang yang mengikuti yang palsu?"
Dimana dialog yang terjadi adalah sebagai berikut:
Allah: Bukankah Aku ini Pemelihara kamu?
Manusia: Ia, kami menyaksikan
Sekarang kita kaji bersama mengenai seseorang yang bernama Muhammad yang namanya terdapat di kalimat syahadat yang lazimnya kita kenal.
7:158. Katakanlah, "Wahai manusia, aku adalah rasul Allah kepada kamu semua, yang bagi-Nya kerajaan langit dan bumi. Tidak ada tuhan selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan. Maka percayalah kepada Allah, dan rasul-Nya, Nabi yang ummiy, yang percaya kepada Allah dan kata-kata-Nya, dan ikutilah dia supaya kamu mendapat petunjuk."
Ternyata Muhammad tersebut adalah rasul Allah dimana beliau menyampaikan pesan bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang menghidupkan dan mematikan. Ayat di atas merupakan proklamasi dari tugas kerasulan yang diemban oleh beliau, perhatikan kata "Katakanlah" di ayat di atas.
Di ayat di bawah ini ditegaskan lagi oleh Allah bahwa Muhammad adalah rasul Allah.
48:29. Muhammad adalah rasul Allah, dan orang-orang yang bersama dia, keras terhadap orang-orang yang tidak percaya, pengasih sesama mereka. Kamu melihat mereka tunduk, sujud, mencari pemberian dari Allah, dan kepuasan hati. Tanda mereka adalah pada muka-muka (wajah) mereka, bekas sujud. Itulah persamaan mereka di dalam Taurat, dan persamaan mereka di dalam Injil - seperti sebiji benih yang mengeluarkan tunasnya, dan menguatkannya, dan ia membesar dengan tegap, dan tegak di atas ganggangnya, menakjubkan para petani, supaya melaluinya Dia menimbulkan marah orang-orang yang tidak percaya. Allah menjanjikan orang-orang antara mereka, yang percaya dan melakukan perbuatan baik, dengan keampunan dan upah yang besar.
 Apakah kewajiban beliau sebagai seorang rasul Allah?
13:40. Apakah Kami memperlihatkan kepada kamu sebagian apa yang Kami janjikan atas mereka, atau Kami mematikan kamu, maka bagi kamu hanyalah untuk menyampaikan, dan bagi Kami memperhitungkan.
Apakah yang disampaikan oleh beliau?
42:7. Dan demikianlah Kami wahyukan kepada kamu sebuah Qur'an bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada Ibu kota-ibu kota, dan orang-orang yang di sekitarnya, dan supaya kamu memberi peringatan mengenai Hari Berkumpul, yang tiada keraguan padanya - segolongan di dalam Taman, dan segolongan di dalam yang Menyala.
Ternyata beliau menggunakan al-Qur'an untuk menyampaikan peringatan, tentu saja beliau juga memproklamasikan mengenai tugas utama beliau ini dimana Allah mewahyukan kepada beliau untuk berkata sebagai berikut kepada orang-orang yang hidup di zaman beliau:
38:65-66. Katakanlah, "Aku hanyalah seorang pemberi peringatan. Tidak ada sesuatu tuhan selain Allah, Yang Satu, Yang Menakluki, Pemelihara langit dan bumi, dan apa yang di antara keduanya, Yang Perkasa, Yang Pengampun."
Kita mengetahui dari beberapa ayat Qur'an di atas tersebut, dapat disimpulkan secara singkat bahwa Muhammad adalah seorang rasul Allah yang menyampaikan pesan kepada semesta alam1 bahwa tiada tuhan selain Allah dan beliau memberikan peringatan kepada manusia dengan menggunakan Qur'an.
Tentu saja tugas kerasulan ini bukanlah suatu hal yang mudah karena akan mendapatkan tantangan dari makhluk ciptaan Allah yang disebut dengan nama iblis. Mengapa iblis menentang tugas kerasulan yang dilakukan oleh Muhammad dan nabi/rasul sebelum Muhammad? Mari kita kaji beberapa ayat di bawah ini:
7:11-17. Kami menciptakan kamu, kemudian Kami membentuk kamu, kemudian Kami berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka sujud, kecuali Iblis; ia bukanlah dari orang-orang yang sujud. Berkatalah Dia, "Apakah yang menghalangi kamu dari bersujud ketika Aku memerintahkan kamu?" Berkata, "Aku lebih baik dari dia. Engkau cipta aku dari api, dan dia Engkau cipta dari tanah liat." Berkata, "Turunlah kamu, keluar darinya; tiada bagi kamu untuk menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah; sesungguhnya kamu adalah di kalangan orang-orang yang direndahkan." Berkata, "Tangguhkanlah aku hingga hari mereka dibangkitkan." Berkata, "Kamu adalah antara orang-orang yang ditangguhkan." Berkata, "Oleh karena Engkau telah menyalahkan aku, maka sungguh, aku akan duduk kepada mereka di jalan Engkau yang lurus, Kemudian aku datang kepada mereka, dari hadapan mereka, dan dari belakang mereka, dan dari kanan mereka, dan dari kiri mereka; Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka berterima kasih."
Iblis menolak untuk mematuhi perintah Allah yang disebabkan oleh keangkuhan yang dimiliki oleh iblis. Allah menghukum iblis dengan mengeluarkan iblis dari tempat yang ditempati oleh iblis, dan iblis memohon kepada Allah untuk diberikan tenggang waktu sampai Hari Kiamat, dimana masa tenggang waktu ini akan digunakan oleh iblis untuk menghalangi dan menyimpangkan manusia dari jalan lurus.
Sebelum kita mengkaji lebih lanjut, jalan lurus yang dimaksud oleh iblis adalah jalan lurus yang disampaikan oleh nabi/rasul di tiga ayat berikut:
6:151-153. Katakanlah, "Marilah, aku akan membacakan apa yang Pemelihara kamu haramkan atas kamu: bahwa kamu tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, dan berbuat baik kepada ibu bapak, dan tidak membunuh anak-anak kamu karena kemiskinan; Kami memberi rezeki kepada kamu, dan kepada mereka; dan bahwa kamu tidak mendekati suatu kesumbangan, yang nampak atau yang tersembunyi, dan bahwa kamu tidak membunuh jiwa yang Allah haramkan, kecuali dengan patut. Itulah yang Dia wasiatkan kamu dengannya, supaya kamu faham dan bahwa kamu tidak mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik, sehingga dia dewasa. Dan tepatilah sukatan dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani sesuatu jiwa selain menurut kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, berlakuadillah, walaupun ia kepada sanak saudara yang dekat. Dan tepatilah perjanjian dengan Allah. Itulah yang Dia wasiatkan kamu dengannya, supaya kamu ingat dan bahwa inilah jalan-Ku, lurus; maka kamu ikutilah ia, dan janganlah mengikuti jalan-jalan yang berlainan supaya mereka tidak memecahbelahkan kamu dari jalan-Nya. Itulah yang Dia wasiatkan kamu dengannya, supaya kamu bertakwa."
Dari sekian banyak larangan di tiga ayat tersebut, maka ada satu larangan yang Allah tidak memberikan ampunan kepada makhluk ciptaanNya, yaitu larangan yang ditempatkan di urutan pertama yaitu menyekutukan Allah dengan APAPUN dan SIAPAPUN. Hal ini ditegaskan oleh Allah di ayat di bawah ini:
 4:48. Allah tidak mengampuni apa-apa yang dengan-Nya disekutukan, dan Dia mengampuni yang selain itu kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa menyekutukan Allah, sungguh dia ada-adakan dosa besar.
Iblis sudah mengatakan kalimat sebagai berikut di ayat di bawah ini:
7:16-17. Berkata, "Oleh karena Engkau telah menyalahkan aku, maka sungguh, aku akan duduk kepada mereka di jalan Engkau yang lurus, kemudian aku datang kepada mereka, dari hadapan mereka, dan dari belakang mereka, dan dari kanan mereka, dan dari kiri mereka; Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka berterima kasih."
Tentu saja iblis bukanlah makhluk ciptaan Allah yang tidak bodoh, iblis mengetahui bahwa ada satu larangan yang tidak mendapatkan keampunan dari Allah, yaitu menyekutukan Allah dengan APAPUN dan SIAPAPUN di dunia ini. Darimana iblis mengetahui hal ini? Di ayat berikut kita mengetahui bahwa iblis adalah golongan yang berasal dari jin.
18:50. Dan apabila Kami berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka sujud, kecuali Iblis; ia adalah dari jin, dan ia melakukan kefasikan terhadap perintah Pemeliharanya. Apa, adakah kamu mengambil ia dan keturunannya untuk menjadi wali-wali (sahabat-sahabat) kamu, selain dari Aku, sedang mereka adalah musuh bagi kamu? Betapa buruknya pengganti bagi orang-orang yang zalim!
Jin sangat mengetahui sekali mengenai kitab yang kita kenal sebagai al-Qur'an, seperti yang terdapat di ayat di bawah ini:
72:1. Katakanlah, "Diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin mendengarkan lalu mereka berkata, 'Sesungguhnya kami telah mendengar sebuah al-Qur'an yang mengagumkan,
Karena al-Qur'an itu bukanlah untuk makhluk ciptaan Allah yang bernama manusia saja melainkan untuk seluruh semesta alam1.
3:108. Ini adalah ayat-ayat Allah Kami membacakan kepada kamu dengan benar, dan Allah tidak menghendaki suatu kezaliman bagi semesta alam.
68:52. Dan tiadalah ia, selain satu Peringatan bagi semesta alam.
Hanya memerlukan satu kali serangan dari iblis kepada manusia untuk, menghalangi dan menyimpangkan manusia dari jalan lurus, yaitu berusaha sekuat tenaga agar manusia melanggar kesaksian yang diucapkan di ayat 7:172 di bagian awal dari artikel ini atau melanggar larangan di urutan pertama dari ayat 6:151-153. Sekali manusia melanggar larangan ini dan tidak menyadarinya, maka hasil akhirnya hanyalah berupa kekalahan di akhirat bagi manusia tersebut.
Setelah kita mengetahui bahwa iblis akan membuat kita tidak dapat berjalan di jalan yang lurus, maka kita harus mengetahui bagaimana metode kerja iblis terutama dalam melakukan tugasnya. Ayat di bawah ini dapat menjadi petunjuk, bagaimana metode kerja iblis dalam menghalangi tugas para nabi/rasul:
6:112. Begitulah Kami mengadakan bagi tiap-tiap Nabi suatu musuh, syaitan-syaitan dari manusia dan jin, yang mewahyukan ucapan palsu yang indah-indah kepada satu sama lain, untuk menipu; dan sekiranya Pemelihara kamu menghendaki, tentu mereka tidak membuatnya. Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
Ternyata iblis itu bekerja dengan membisikkan kepada manusia melalui ucapan palsu yang indah-indah dengan tujuan untuk menipu manusia dari berjalan di jalan yang lurus. Hal ini ditegaskan kembali oleh Allah di ayat berikut:
114:4-6. Dari kejahatan pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan di dalam dada manusia, dari jin dan manusia."
Mari kita lihat contoh kasus yang sudah pernah terjadi dan hendaknya kita mengambil pelajaran dari contoh kasus ini:
7:19-22. "Wahai Adam, tinggallah kamu dan istri kamu di Taman, dan makanlah dari mana kamu menghendaki, tetapi jangan mendekati pohon ini supaya kamu tidak termasuk orang-orang yang zalim." Kemudian syaitan membisikkan kepada mereka, untuk menampakkan kepada mereka apa yang disembunyikan dari mereka, bagian-bagian aib mereka. Berkata, "Pemelihara kamu melarang kamu dari pohon ini hanya supaya kamu menjadi malaikat-malaikat, atau kamu menjadi makhluk-makhluk yang hidup kekal." Dan ia bersumpah kepada mereka, "Sesungguhnya aku, kepada kamu, adalah penasihat." Maka ia membujuk mereka dengan tipuan; dan apabila mereka merasakan pohon itu, bagian-bagian aib mereka menjadi nyata kepada mereka, lalu mereka mulai menjahit pada mereka daun-daun Taman. Dan Pemelihara mereka memanggil mereka, "Tidakkah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon ini, dan berkata kepada kamu, 'Sesungguhnya syaitan bagi kamu adalah musuh yang nyata'?"
Dari keempat ayat di atas, metode kerja yang dilakukan setan adalah membisikkan kepada mereka dengan ucapan palsu yang indah-indah, bila perlu bersumpah, untuk meyakinkan manusia sehingga manusia terbujuk dengan tipuan yang dilakukan oleh setan.
Sekarang mari kita meninjau sejenak skenario yang waktunya mengambil di Hari Perhitungan, yaitu hari dimana manusia dikumpulkan untuk mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan Allah selama hidupnya di dunia ini.
6:22-24. Dan pada hari Kami mengumpulkan mereka kesemuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan, "Di manakah sekutu-sekutu kamu yang kamu dakwakan?" Kemudian tiadalah pertikaian mereka, selain mereka berkata, "Demi Allah, Pemelihara kami, bukanlah kami orang-orang yang menyekutukan." Perhatikanlah bagaimana mereka berdusta terhadap diri-diri mereka sendiri, dan bagaimana apa yang mereka ada-adakan telah sesat (hilang) dari mereka.
Ada sebagian orang yang dikumpulkan dengan Allah bersama dengan orang-orang yang mempersekutukan Allah selama hidupnya di dunia, setelah mereka ditanya oleh Allah untuk menunjukkan dimana sekutu-sekutu mereka, mereka bersumpah dengan setulus hati bahwa mereka bukan termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Selama hidup mereka di dunia ini, mereka tidak menyadari bahwa mereka melakukan dosa yang tidak diampuni oleh Allah. Mereka terlena dengan kehidupan mereka di dunia ini seakan-akan apa yang mereka lakukan di dunia merupakan suatu amalan yang baik bagi diri mereka. Kenapa mereka bisa memandang baik apa yang mereka kerjakan? Sekali lagi iblis berperan di dalam hal ini, yaitu dengan menampakkan indah apa yang mereka lakukan selama hidup di dunia ini.
15:39. Berkata, "Wahai Pemeliharaku, oleh karena Engkau telah membuat aku bersalah, aku akan menampakkan semuanya indah bagi mereka di bumi, dan aku akan membuat mereka bersalah, kesemuanya,
Tentu saja ini hanya berlaku bagi manusia yang terlena dengan ucapan palsu yang indah-indah dan mengikuti bujuk rayu iblis, karena Allah menegaskan di ayat berikutnya bahwa kemampuan iblis ini tidak berlaku bagi sebagian hambaNya yang tulus.
15:40-42. Kecuali hamba-hamba Engkau, antara mereka, yang tulus."Berkata Dia, "Ini, bagi-Ku, adalah jalan yang lurus, Kepada hamba-hamba-Ku, kamu tidak ada kuasa, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yang bersalah.
 Kita mengetahui ternyata metode kerja iblis selain mengucapkan ucapan palsu yang indah-indah, iblis juga mempunyai kemampuan untuk menampakkan indah-indah amalan-amalan mereka yang mengikuti ajakan iblis. Hal ini ditegaskan kembali oleh Allah di ayat berikut:
16:63. Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus kepada umat-umat yang sebelum kamu, tetapi syaitan menampakkan indah bagi mereka amalan-amalan mereka; ia adalah wali (pelindung) mereka pada hari ini, dan bagi mereka, azab yang pedih.
Setelah dinampakkan indah amalan-amalan yang mereka lakukan, ternyata oleh Allah sendiri dikatakan bahwa amalan yang mereka kerjakan adalah suatu kesia-siaan belaka.
39:65. Telah diwahyukan kepada kamu, dan kepada orang-orang yang sebelum kamu, "Jika kamu mempersekutukan, amalan kamu akan menjadi sia-sia, dan kamu menjadi antara orang-orang yang rugi."
Sekarang kita kembali kepada rasul Allah yang bernama Muhammad, beliau diwahyukan oleh Allah untuk menegaskan bahwa beliau berlepas diri dari apa yang umatnya sekutukan seperti yang terdapat di ayat di bawah ini:
6:19. Katakanlah, "Perkara apakah yang paling besar dalam kesaksian?" Katakanlah, "Allah adalah saksi antara aku dan kamu, dan al-Qur'an ini diwahyukan kepadaku supaya aku memberi peringatan kepada kamu dengannya, dan barang siapa ia sampai. Adakah kamu benar-benar mempersaksikan bahwa ada tuhan-tuhan lain selain Allah?" Katakanlah, "Aku tidak mempersaksikan." Katakanlah, "Dia hanyalah Tuhan Yang Satu, dan aku berlepas diri apa yang kamu sekutukan."
Kesaksian di atas yang dilakukan oleh Nabi Muhammad adalah suatu perkara yang paling besar dalam kesaksian, karena saksi dari kesaksian ini adalah Allah dan Nabi Muhammad menggunakan al-Qur'an sebagai peringatan kepada umatnya, dimana umatnya berkata bahwa tidak ada tuhan-tuhan lain selain Allah. Nabi Muhammad juga menegaskan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Satu dan beliau berlepas diri dari apa yang umatnya persekutukan.
Sekarang kita akan mengkaji tema pokok dalam artikel ini, yang membahas salah satu elemen mempersekutukan Allah dengan APAPUN dan SIAPAPUN, terutama mempersekutukan Allah dengan Nabi-nabi. Allah mengetahui bahwa masing-masing umat memiliki kecintaan yang mendalam dan cenderung berlebihan terhadap Nabi-nabi mereka, maka dari itu Allah menegaskan di ayat di bawah ini untuk tidak mempersekutukan Allah dengan nabi/rasul yang diutus olehNya. Mari kita melihat larangan dari Allah untuk mempersekutukan Allah dengan nabi/rasul seperti ayat yang terdapat di bawah ini:
3:80. Dia tidak akan menyuruh kamu untuk mengambil malaikat-malaikat, dan Nabi-Nabi sebagai Pemelihara-Pemelihara; adakah Dia menyuruh kamu supaya tidak percaya setelah kamu muslim?
Mungkinkah Nabi Muhammad dijadikan sekutu Allah oleh umatnya sendiri sehingga beliau diwahyukan oleh Allah untuk mengucapkan kalimat ini "dan aku berlepas diri apa yang kamu sekutukan" di ayat 6:19 di atas? Mayoritas orang yang mempunyai label ISLAM di kolom agama di KTPnya, akan menjawab "TIDAK" secara tegas dari pertanyaan di atas, seperti halnya mereka menjawab  "YA BETUL" pada pertanyaan "Apakah Qur'an lengkap dan mudah dipahami?" Tulisan di bawah ini akan mengungkapkan bahwa jawaban yang diberikan mereka tidak lain hanya sekedar ucapan manis di bibir saja, tetapi sesungguhnya mereka tidak memahami jawaban yang mereka ucapkan.
Mari kita lihat rambu-rambu yang diberikan Allah mengenai hal ini di dalam al-Qur'an, seperti yang kita ketahui mereka yang mempunyai label ISLAM di kolom agama di KTPnya melakukan ibadah seperti shalat di mesjid.
72:18. Masjid-masjid adalah kepunyaan Allah; maka janganlah seru, berserta Allah, barang siapa pun.
17:110. Katakanlah, "Serulah Allah, atau serulah Yang Pemurah; apa saja yang kamu seru, bagi-Nya nama-nama yang paling baik." Dan janganlah kamu melantangkan dalam shalat kamu, dan jangan juga mendiamkannya, tetapi carilah kamu satu jalan di antara yang demikian itu.
Berikut adalah bacaan yang mereka ucapkan, yang lazim dikenal dengan nama bacaan pada saat duduk di at-tasyaahud awal dan shalawat Nabi di dalam shalat yang mereka lakukan:
Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah/Segala ucapan selamat adalah bagi Allah dan kebahagiaan dan kebaikan.
Assalaamu 'alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh/Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi dan beserta rahmat Allah dan berkatNya
Assalaamu 'alayna wa 'alaa 'ibaadillaahisshaalihiin/Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambaNya yang saleh. 
Asyhadu allaa ilaaha illallaah/Aku bersaksi tidak ada tuhan selain  Allah 
Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah/Aku bersaksi Muhammad adalah rasul Allah

Shalawat Nabi yang lazim diucapkan di rakaat terakhir:
Allaahumma, shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa, aali muhammad/Ya Allah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad
Kamaa, shallayta, 'alaa ibrahiim, wa 'alaa, aali ibraahiim/Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.
Innaka, hamiidummajiid/Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Allaahumma, baarik, 'alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad/Ya Allah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad
Kamaa, baarakta, 'ala ibraahiim, wa 'alaa, aali ibraahiiim/Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.
Innaka, hamiidummajiid/Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
DI bacaan pada saat duduk di at-tasyaahud awal, kalimat kedua adalah Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi dan beserta rahmat Allah dan berkatNya, di kalimat terakhirnya adalah  Aku bersaksi Muhammad adalah rasul Allah. Ada tiga nama yang terdapat di shalawat nabi tersebut, Muhammad (ditaruh di urutan pertama - Ya Allah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad), Ibrahim (ditaruh di urutan kedua setelah Muhammad -Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim) dan Allah (ditaruh di urutan terakhir - Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia).
Perhatikan kalimat "maka janganlah seru, berserta Allah, barang siapa pun" di ayat 72:18 dan kalimat "Serulah Allah, atau serulah Yang Pemurah; apa saja yang kamu seru, bagi-Nya nama-nama yang paling baik." Apakah mereka yang mengucapkan bacaan pada saat duduk di at-tasyaahud awal dan shalawat Nabi merenungkan dua ayat tersebut ketika mereka melakukan shalat baik di mesjid ataupun diluar mesjid? Ayat di bawah ini juga menegaskan larangan untuk tidak menyeru/mengucapkan APAPUN dan SIAPAPUN selain kepada Allah:
28:88. Dan janganlah menyeru tuhan yang lain berserta Allah; tidak ada Tuhan selain Dia. Segala benda akan binasa, kecuali Wajah-Nya. Bagi-Nya Putusan, dan kepada-Nya kamu akan dikembalikan.
Kenyataan membuktikan bahwa ada makhluk ciptaan Allah yang mengetahui bahwa Allah itu ada tetapi tidak mematuhi perintahNya seperti iblis. Begitupula bahwa ada sebagian besar orang meyakini bahwa hanya ada satu Allah tetapi mereka menyekutukan Allah. Apakah fenomena di bawah ini merupakan contoh kasus dari pernyataan di atas?
Banyak orang Islam yang beriman kepada Allah swt. dan hari akhir tapi masih melakukan cara-cara hidup yang salah, contohnya: masih gemar mengikuti ramalan-ramalan, menggantungkan diri kepada dukun-dukun, mengurus sesaji-sesaji, percaya kepada paranormal, sihir menyihir dan lain-lain. Walaupun berstatus sebagai orang Islam, ia  bahkan bukan hanya tidak bisa memasuki surga, mencium baunya pun mustahil. Itu orang Islam. Alangkah lebih naïf bukan?

Fenomena di atas dijelaskan melalui ayat di bawah ini:

40:12. Itu adalah karena, apabila dipanggil kepada Allah satu-satunya, kamu tidak percaya; tetapi jika yang lain disekutukan dengan-Nya, maka kamu percaya. Putusan adalah bagi Allah, Yang Tinggi, Yang Besar.
Mereka meyakini/mempercayai dengan sepenuh hati dan membenarkan bahwa ada Pemelihara atas diri mereka tetapi keyakinan mereka hanya terjadi apabila mereka mempersekutukan Pemelihara mereka. Sekarang kita kembali ke kalimat syahadat yang menjadi salah satu pilar dari Rukun Islam yang diucapkan oleh sebagian besar orang yang mepunyai label ISLAM di kolom agama di KTPnya melalui bacaan pada saat duduk di at-tasyaahud awal

Aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan aku bersaksi Muhammad adalah rasul Allah.


Apakah kalimat tersebut dapat ditemukan di al-Qur'an? Jawabannya adalah TIDAK. Tentu saja tidak ada satupun ayat yang meminta kita untuk mengucapkan kalimat di atas. Jika kalimat ini tidak dapat ditemukan di al-Qur'an, bagaimana mungkin kalimat ini menjadi salah satu pilar/tiang agama seperti yang terdapat di Rukun Islam? Darimanakah kalimat tersebut berasal? Tentu kita mengetahui kalimat syahadat ini dari generasi sebelum kita, dari satu generasi ke generasi berikutnya hingga sampai ke diri kita saat ini.  Kita mengetahui dari ayat di awal artikel ini 7:172-173 bahwa ada dua hal yang mengakibatkan manusia tidak lulus di Hari Perhitungan nanti, terutama mengenai kesaksian ini.
7:172. Dan apabila Pemelihara kamu mengambil dari Bani Adam, dari punggung mereka, keturunan mereka, dan menjadikan mereka saksi-saksi atas jiwa mereka, "Bukankah Aku ini Pemelihara kamu?" Mereka berkata, "Ia, kami menyaksikan"; supaya kamu tidak mengatakan pada Hari Kiamat, "Bagi kami, kami lalai mengenai yang ini." atau, supaya kamu tidak mengatakan, "Bapak-bapak kami adalah orang-orang yang mempersekutukan dari dahulu, dan kami keturunan sesudah mereka. Apa, adakah Engkau akan memusnahkan kami karena perbuatan orang-orang yang mengikuti yang palsu?"
  1. Mereka melakukan kelalaian mengenai kesaksian ini sehingga di Hari Perhitungan nanti mengucapkan kalimat "Bagi kami, kami lalai mengenai yang ini."
  2. Mereka mengikuti tradisi yang diturunkan secara turun temurun oleh generasi sebelum mereka dimana di Hari Perhitungan nanti mereka mengucapkan seperti ini: "Bapak-bapak kami adalah orang-orang yang mempersekutukan dari dahulu, dan kami keturunan sesudah mereka. Apa, adakah Engkau akan memusnahkan kami karena perbuatan orang-orang yang mengikuti yang palsu?"
Kedua hal tersebut adalah kelalaian yang diakibatkan oleh kesalahan mereka dan hal terakhir yaitu keyakinan membabi buta terhadap tradisi yang diturunkan secara turun temurun sehingga menjadi kebenaran yang mutlak tanpa adanya kritisi terhadap tradisi tersebut. Sekarang kita kaji kesaksian yang terdapat di al-Qur'an. Di ayat di bawah ini Allah sendiri bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan Selain Dia dan ada tiga kategori makhluk ciptaanNya, yang juga bersaksi yaitu: 
1.       Malaikat
2.       Orang-orang yang berpengetahuan
3.       Orang-orang yang menegakkan keadilan
3:18. Allah menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, dan para malaikat, dan orang-orang yang berpengetahuan, yang menegakkan keadilan; tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Perkasa, Yang Bijaksana.
Kesaksian apakah yang disaksikan oleh Allah? Isi kesaksiannya adalah tidak ada tuhan selain Allah. Semua orang tentunya dapat dengan mudah mengucapkan kalimat/melakukan kesaksian tidak ada tuhan selain Allah, tetapi ternyata hanya ada dua kategori orang yang melakukan kesaksian tidak ada tuhan selain Allah ini, yaitu orang-orang yang berpengetahuan dan orang-orang yang menegakkan keadilan.
Ayat di atas konsisten dengan ayat di bawah ini:
Orang-orang yang berpengetahuan dan menegakkan keadilan adalah saksi bagi manusia dan rasul menjadi saksi terhadap kedua golongan orang tersebut. Allah tidak menentukan agama tertentu sebagaimana agama yang lazim dikenal oleh orang pada saat ini bagi kedua golongan tersebut, karena mereka sudah mengetahui bahwa tidak ada tuhan selain Allah dimana ini adalah pesan sama yang disampaikan dari nabi/rasul pertama sampai nabi/rasul terakhir dan tentunya mereka mengikuti/meneladani nabi/rasul pertama sampai nabi/rasul terakhir atas konsekuensi kesaksian yang mereka lakukan.
2:143. Demikianlah Kami menjadikan kamu satu umat yang di tengah, supaya kamu menjadi saksi-saksi atas manusia, dan supaya rasul menjadi saksi atas kamu; dan Kami tidak menentukan kiblat yang kamu menghadap selain supaya Kami mengetahui siapa yang mengikuti rasul, dan siapa yang berbalik di atas tumit-tumitnya. Sebenarnya ia sungguh berat, kecuali kepada orang-orang yang Allah memberi petunjuk; tetapi Allah tidak akan membiarkan iman kamu disia-siakan. Sesungguhnya Allah Lembut kepada manusia, Pengasih.
Bagi mereka yang beriman/percaya kepada Allah dan Hari Akhir, mereka diseru untuk masuk kedalam kedua golongan ini sebagaimana ayat di bawah ini:
4:135. Wahai orang-orang yang percaya, jadilah kamu orang-orang yang menegakkan keadilan, saksi-saksi untuk Allah, walaupun terhadap diri kamu sendiri, atau ibu bapak kamu, dan sanak saudara, apakah orang itu kaya atau miskin; Allah paling dekat dengan keduanya. Kemudian janganlah mengikuti keinginan kamu supaya kamu tidak berbuat adil; karena jika kamu memutarbalikkan, atau kamu memalingkan, maka sesungguhnya Allah menyadari apa yang kamu perbuat.
Kedua golongan orang tersebut tidak membedakan antara nabi/rasul dari yang pertama sampai nabi/rasul yang terakhir sebagaimana mana yang ditegaskan oleh Allah di ayat berikut:
4:152. Dan orang-orang yang percaya kepada Allah, dan rasul-rasul-Nya, dan mereka tidak membeda-bedakan antara seorang pun antara mereka, maka pasti Kami akan memberikan kepada mereka upah mereka; Allah adalah Pengampun, Pengasih.
Karena mereka mengetahui hanya Allah yang mempunyai kuasa dan berhak untuk melebihkan derajad di antara para nabi:
17:55. Dan Pemelihara kamu sangat mengetahui semua yang di langit dan bumi; dan Kami telah melebihkan sebagian nabi di atas sebagian yang lain; dan Kami berikan kepada Daud Zabur.
Mereka menyadari apabila mereka melebihkan sebagian nabi/rasul di atas sebagian yang lain maka mereka dapat tergelincir untuk melanggar larangan sebagai berikut:
3:80. Dia tidak akan menyuruh kamu untuk mengambil malaikat-malaikat, dan Nabi-Nabi sebagai Pemelihara-Pemelihara; adakah Dia menyuruh kamu supaya tidak percaya setelah kamu muslim?
Kita mengetahui al-Quran memiliki lebih dari satu atribut sebagai berikut:
  1. Al-Huda; al-Qur'an sebagai Pedoman bagi orang bertakwa dalam menempuh kehidupan di dunia ini.
  2. Al-Kitab; al-Qur'an terdapat dalam format tertulis yang dibukukan.
  3. Al-Hikmah;al-Qur'an mengandung nilai-nilai Kebijaksanaan yang dapat menjadi bahan pelajaran bagi manusia.
  4. Al-Zikir;al-Qur'an mengandung peringatan-peringatan kepada manusia.
  5. Al-Furqaan; al-Qur'an dapat digunakan untuk membedakan kebenaran dan kepalsuan.
Allah memberikan panduan kepada Nabi Muhammad untuk membeda-bedakan orang munafik dari kaumnya pada masa itu, seperti yang terdapat di beberapa ayat di bawah ini:
Orang munafik akan mengemukakan alasan bahwa mereka tidak mengetahui caranya berperang apabila diseru untuk berperang atau melakukan pertahanan terhadap serangan musuh.
3:167. Dan supaya Dia mengetahui orang-orang munafik apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah berperang di jalan Allah, atau menangkislah." Mereka berkata, "Sekiranya kami mengetahui bagaimana hendak berperang, tentu kami mengikuti kamu." Mereka pada hari itu adalah lebih dekat dengan ketidakpercayaan (kekafiran) dari keimanan mereka, dengan mengatakan dengan mulut mereka apa yang tidak ada di dalam hati mereka; dan Allah sangat mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
Orang munafik akan berusaha untuk menghalang-halangi sekuat tenaga apabila diseru untuk mentaati Allah dan mentaati rasul; dimana mentaati Allah adalah mentaati ayat-ayat yang terdapat di al-Qur'an dan alam ayat-ayat yang terdapat di alam semesta serta mentaati rasul yaitu mentaati apa yang disampaikan rasul yaitu al-Qur'an. Hal ini konsisten dengan ayat 42:7 di atas.
4:61. Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah kepada apa yang Allah turunkan, dan rasul", kemudian kamu melihat orang-orang munafik menghalangi kamu dengan penghalangan yang keras.
Dan terakhir, hanya orang-orang munafik yang memberikan kesaksian secara lisan bahwa Muhammad adalah rasul Allah.
63:1. Apabila orang-orang munafik datang kepada kamu, mereka berkata, "Kami mempersaksikan bahwa kamu benar-benar rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa kamu adalah benar-benar rasul-Nya, dan Allah mempersaksikan bahwa orang-orang munafik adalah benar-benar pendusta-pendusta.
Sulit untuk dipercaya, suatu kalimat yang diyakini selama lebih dari 1300 tahun, yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya ternyata tidak terdapat di dalam al-Qur'an, dan tidak ada ayat  di al-Qur'an yang meminta manusia untuk mengucapkan kalimat tersebut secara tersurat. Dimanakah kalimat ini berada? Kemungkinan besar kita dapat menemukan kalimat ini di buku-buku/kitab-kitab hadits yang dikumpulkan oleh manusia-manusia yang bernama Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidhi, Ibn Maja, al-Nasa'i dan lain-lainnya.
Mari kita rangkum terlebih dahulu pengetahuan dasar yang kita peroleh dari artikel ini sebelum kita mengakhiri pembahasan syahadat di artikel ini:
  1. Kita mengetahui bahwa hanya ada satu tuhan yaitu Tuhan Yang Maha Esa/Tuhan Yang Satu/Allah dan itu adalah tema utama dari kitab yang kita kenali dengan nama al-Qur'an, hal ini ditegaskan Allah di ayat berikut:
2:163. Tuhan kamu ialah Tuhan Yang Satu; tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Pemurah, Yang Pengasih.
  1. Tugas nabi/rasul pertama sampai nabi/rasul yang terakhir adalah sama yaitu:
21:25. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu selain bahwa Kami mewahyukannya, "Tidak ada Tuhan selain Aku; maka sembahlah Aku."
  1. Salah satu larangan Allah kepada manusia adalah tidak menyekutukan Allah dengan APAPUN dan SIAPAPUN.
4:36. Sembahlah Allah, dan janganlah menyekutukan sesuatu dengan-Nya. Berbuatbaiklah kepada ibu bapak, dan kepada sanak saudara yang dekat, dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, dan tetangga yang kerabat, dan tetangga yang tidak dikenal, dan teman di sebelah kamu, dan musafir, dan apa  yang tangan kanan kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong, membanggakan diri,
  1. Dosa yang tidak diampuni Allah adalah menyekutukan Allah dengan APAPUN dan SIAPAPUN.
4:116. Allah tidak mengampuni apa yang dengan-Nya dipersekutukan, dan Dia mengampuni yang selain itu kepada siapa yang Dia kehendaki, dan barang siapa menyekutukan Allah dengan sesuatu, dia sesat dalam kesesatan yang jauh.
  1. Selain tidak mendapatkan ampunan dari Allah, amalan yang dikerjakan oleh orang-orang yang menyekutukan hanyalah kesia-siaan di hadapan Allah.
6:88. Itulah petunjuk Allah; Dia memberi petunjuk dengannya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya; sekiranya mereka orang-orang yang mempersekutukan, niscaya sia-sialah bagi mereka apa yang mereka telah perbuat.
9:17. Tidaklah patut bagi orang-orang yang menyekutukan untuk memakmurkan masjid-masjid Allah, dengan menyaksikan terhadap diri-diri mereka sendiri, akan ketidakpercayaan; amalan-amalan mereka menjadi sia-sia, dan di dalam Neraka, mereka tinggal selama-lamanya.
39:65. Telah diwahyukan kepada kamu, dan kepada orang-orang yang sebelum kamu, "Jika kamu mempersekutukan, amalan kamu akan menjadi sia-sia, dan kamu menjadi antara orang-orang yang rugi."
  1. Ada satu makhluk ciptaan Allah yang dikenal dengan nama iblis, yang akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat manusia melanggar larangan Allah, terutama larangan yang tidak diampuni oleh Allah
7:16-17. Berkata, "Oleh karena Engkau telah menyalahkan aku, maka sungguh, aku akan duduk kepada mereka di jalan Engkau yang lurus, kemudian aku datang kepada mereka, dari hadapan mereka, dan dari belakang mereka, dan dari kanan mereka, dan dari kiri mereka; Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka berterima kasih."
  1. Iblis berasal dari golongan jin.
18:50. Dan apabila Kami berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka sujud, kecuali Iblis; ia adalah dari jin, dan ia melakukan kefasikan terhadap perintah Pemeliharanya. Apa, adakah kamu mengambil ia dan keturunannya untuk menjadi wali-wali (sahabat-sahabat) kamu, selain dari Aku, sedang mereka adalah musuh bagi kamu? Betapa buruknya pengganti bagi orang-orang yang zalim!
  1. Metode kerja iblis adalah dengan membisikkan kepada manusia ucapan palsu yang indah-indah dengan tujuan menipu sehingga membuat manusia terlena dan melanggar larangan yang ditetapkan Allah kepada manusia.
6:112. Begitulah Kami mengadakan bagi tiap-tiap Nabi suatu musuh, syaitan-syaitan dari manusia dan jin, yang mewahyukan ucapan palsu yang indah-indah kepada satu sama lain, untuk menipu; dan sekiranya Pemelihara kamu menghendaki, tentu mereka tidak membuatnya. Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
  1. Iblis/setan juga memiliki kemampuan untuk menampakkan indah amalan-amalan dari orang-orang yang terkena bujuk rayu iblis
6:43. Kalaulah, apabila bencana Kami datang kepada mereka, mereka merendahkan diri! Tetapi hati mereka keras, dan syaitan menampakkan indah bagi mereka apa yang mereka perbuat
16:63. Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus kepada umat-umat yang sebelum kamu, tetapi syaitan menampakkan indah bagi mereka amalan-amalan mereka; ia adalah wali (pelindung) mereka pada hari ini, dan bagi mereka, azab yang pedih.
27:24. Aku mendapati dia dan kaumnya sujud kepada matahari, selain dari Allah; syaitan menampakkan indah amalan-amalan mereka bagi mereka, dan ia menghalangi mereka dari jalan, maka mereka tidak mendapat petunjuk
  1. Allah memberikan larangan untuk tidak menjadikan nabi/rasul sebagai sekutu Allah
3:80. Dia tidak akan menyuruh kamu untuk mengambil malaikat-malaikat, dan Nabi-Nabi sebagai Pemelihara-Pemelihara; adakah Dia menyuruh kamu supaya tidak percaya setelah kamu muslim?
  1. Allah menegaskan untuk tidak membeda-bedakan dari nabi/rasul pertama sampai nabi/rasul terakhir
3:84. Katakanlah, "Kami percaya kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, dan Ismail, dan Ishak, dan Ya'kub, dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberi kepada Musa, dan Isa, dan Nabi-Nabi dari Pemelihara mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun antara mereka, dan kepada-Nya kami muslim."
  1. Hanya Allah yang mempunyai kuasa dan hak untuk melebihkan sebagian nabi diantara nabi yang lain.
6:83-86. Itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim terhadap kaumnya. Kami menaikkan derajat siapa yang Kami kehendaki; sesungguhnya Pemelihara kamu Bijaksana, Mengetahui dan Kami berikan kepada dia Ishak, dan Ya'kub - masing-masing Kami beri petunjuk. Dan Nuh, Kami beri petunjuk sebelum itu, dan dari keturunannya, Daud, dan Sulaiman, dan Ayub, dan Yusuf, dan Musa, dan Harun - begitulah Kami membalas orang-orang yang berbuat baik dan Zakaria, dan Yahya, dan Isa, dan Ilyas; masing-masing termasuk orang-orang salih dan Ismail, dan Alyasa, dan Yunus, dan Luth; masing-masing Kami melebihkan di atas semesta alam
  1. Hanya ada tiga golongan;malaikat, orang yang berpengetahuan dan menegakkan keadilan;  yang melakukan kesaksian dan kesaksian yang disaksikan adalah tidak ada tuhan selain Allah.
3:18. Allah menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, dan para malaikat, dan orang-orang yang berpengetahuan, yang menegakkan keadilan; tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Perkasa, Yang Bijaksana
  1. Salah satu ciri-ciri orang munafik adalah mereka mengucapkan kesaksian bahwa Muhammad adalah benar-benar rasul Allah.
63:1. Apabila orang-orang munafik datang kepada kamu, mereka berkata, "Kami mempersaksikan bahwa kamu benar-benar rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa kamu adalah benar-benar rasul-Nya, dan Allah mempersaksikan bahwa orang-orang munafik adalah benar-benar pendusta-pendusta.
  1. Sebagai penutup kesimpulan dari artikel ini, syahadat sebenarnya adalah tidak ada tuhan selain Allah sesuai dengan kutipan satu ayat di bawah ini,
3:62. Ini cerita yang benar. Tidak ada Tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Allah, Dia Yang Perkasa, Yang Bijaksana.
dan kita diseru untuk menjadi orang yang berpengetahuan dan/atau orang yang menegakkan keadilan untuk bisa melakukan kesaksian ini seperti yang diperintahkan di 4:135.
Apa yang akan penulis tuliskan di artikel ini adalah pemahaman pribadi penulis saat ini dan tidak menutup kemungkinan bahwa pemahaman pribadi ini akan berubah sesuai dengan adanya petunjuk dari Allah seperti di ayat di bawah ini:
6:75-78. Demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim penguasaan langit dan bumi, supaya dia menjadi antara orang-orang yang yakin. Apabila malam menutupi di atasnya, dia melihat satu bintang dan berkata, "Ini Pemeliharaku." Tetapi apabila ia terbenam, dia berkata, "Aku tidak menyukai yang terbenam." Apabila dia melihat bulan terbit, dia berkata, "Ini Pemeliharaku." Tetapi apabila ia terbenam, dia berkata, "Jika Pemeliharaku tidak memberi petunjuk kepada aku, tentu aku menjadi dari kaum yang sesat." Apabila dia melihat matahari terbit, dia berkata, "Inilah Pemeliharaku; ini lebih besar!" Tetapi apabila ia terbenam, dia berkata, "Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri apa yang kamu sekutukan.
Seperti biasa, setelah selesai mengkaji mengenai suatu tema, hendaknya kita mengucapkan doa, ditujukan kepada Allah saja dan mohonlahlah dua hal ini sebelum kita melanjutkan kajian kita ini.
• 16:98. Apabila kamu telah membaca al-Qur'an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari syaitan yang dirajam
• 23:97-98. Dan katakanlah, "Wahai Pemeliharaku, aku berlindung pada Engkau dari rencana-rencana jahat syaitan-syaitan, dan aku berlindung pada Engkau, wahai Pemeliharaku, dari mereka hadir padaku.
 • 20:114. Maka, tingginya Allah, Raja yang benar! Dan janganlah bercepat-cepat dengan al-Qur'an, sebelum wahyunya disempurnakan kepada kamu, dan katakanlah, "Wahai Pemeliharaku, tambahkanlah aku dalam pengetahuan
Telitilah dan lakukan penyelidikan sendiri mengenai informasi yang anda baca di artikel ini sesuai dengan isi dari ayat di bawah ini:
49:6. Wahai orang-orang yang percaya, jika orang yang fasik datang kepada kamu dengan satu berita, maka telitilah supaya kamu tidak menimpa satu kaum dalam kejahilan, dan kemudian menjadi menyesal apa yang kamu perbuat.
Informasi ini harus diteliti oleh pembaca dari artikel ini sehingga pembaca sendiri dapat mengambil kesimpulan yang terbaik bagi dirinya sendiri sesuai dengan ayat di bawah ini:
39:18. Yang mendengar ucapan, dan mengikuti yang paling baik darinya, mereka itulah orang-orang yang Diberi petunjuk oleh Allah; merekalah orang-orang yang mempunyai akal.
Kesimpulan terbaik ini nantinya akan dipertanggungjawabkan oleh masing-masing individu seperti penulis dan pembaca artikel ini di Hari Kiamat nanti, seperti ayat di bawah ini:
17:36. Dan janganlah mengikuti apa yang kamu tiada pengetahuan mengenainya; pendengaran, dan penglihatan, dan hati - semua itu ditanya.

Share this post :

Poskan Komentar

Silahkan Komentarnya.....